Perbedaan Merger dan Akuisisi

Perbedaan Merger dan Akuisisi yang perlu kita ketahui. Merger dan Akuisisi, mungkin kita sering mendengar istilah ini. Namun, sudahkah kita mengetahui perbedaan diantara keduanya?

Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan terbatas, Merger (penggabungan) adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum. Dengan kata lain Merger berarti 2 atau lebih perusahaan yang memutuskan untuk menggabungkan diri menjadi satu identitas.

Contohnya:
PT. Angin Utara yang bergerak di bidang konstruksi akan merger dengan PT. Sejahtera Sentosa yang bergerak di bidang distribusi. Dengan Merger ini, maka kedua PT tersebut memutuskan untuk mengabungkan diri dan membentuk PT baru dengan nama PT. Angin Sejahtera Sentosa.

Perbedaan Merger dan Akuisisi

Sementara itu, Akuisisi (pengambilahihan) adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham Perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas Perseroan tersebut. Dengan kata lain, Akuisisi berarti ada perusahaan yang diambil alih kuasanya oleh perusahaan lain. Akuisisi ini dapat dilakukan untuk keseluruhan saham yang dimiliki atau hanya sebagian saja.

Contohnya:
Perusahaan PT. Angin Utara bergerak di bidang konstruksi akan diakusisi oleh PT. Sejahtera Sentosa sebanyak 5.000.000 lembar saham atau 90% dari total saham yang beredar. Sehingga, seluruh operasional PT. Angin Utara akan dikendalikan oleh PT. Sejahtera Sentosa.

Ada beberapa contoh kasus akuisisi yang dilakukan, misalnya Aqua yang diakuisisi oleh Danone, Bank Royal yang diakuisisi oleh Bank BCA dll.

Pada dasarnya baik akuisisi dan merger membuat kedudukan hukum kedua atau lebih perusahaan menjadi berubah. Dari status hukumnya, Merger membuat perseroan yang menggabungkan diri lenyap dan berakhir statusnya sebagai badan hukum, sedangkan Akuisisi membuat perseroan yang diambil alih sahamnya, badan hukumnya tidak menjadi bubar atau berakhir, hanya terjadi beralihnya pengendalian. Dari Aktiva dan Passivanya, Merger membuat perseroan yang menggabungkan diri beralih sepenuhnya kepada perseroan yang menerima penggabungan, sedangkan Akuisisi membuat perseroan yang diambil alih tetap ada pada perseroan yang diambil alih sahamnya.

Demikianlah informasi mengenai perbedaan merger dan akuisisi. Jika ada yang kurang jelas, hubungi kami kembali. Kami siap membantu Anda.

Software untuk keuangan perusahaan.

Kami adalah konsultan software, finance dan perpajakan yang membantu banyak perusahaan untuk permasalahan software akuntansi, software payroll, pembuatan laporan keuangan, laporan pajak hingga ke web design perusahaan. Hubungi kami di 0819950302077 atau info@akuntanesia.net untuk informasi lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *