Semakin berkembangnya jaman di era modern ini membuat masyarakat juga mengubah gaya hidupnya, bahkan dalam keseharian dan pekerjaannya.
Info terbaru: ada layanan terbaru dari promo.akuntanesia.id, mari kita lihat apa sih layanan terbaru kami. Klik promo.
Di era modern ini membantu masyarakat lebih mudah dalam berbagai aktivitas, termasuk saat Anda berencana memiliki sebuah bisnis. Bisnis travel juga tak luput dari penggunaan teknologi digital termasuk dalam hal penghitungan laporan keuangan.
Bisnis tour & travel kini semakin banyak di ibu kota. Hal ini tentu akan mempermudah masyarakat untuk melakukan mobilitas mereka dengan jasa transaportasi yang ditawarkan.
Jika dilihat dari segi pencatatan keuangan, bisnis tour & travel cukup berbeda dari perusahaan dagang lain pada umumnya. Perbedaan tersebut terletak dari perlakuan terhadap persediaan dan harga pokok penjualan tiket.
Umumnya, perusahaan dagang menerapkan metode FIFO, LIFO, Average atau harga pasar saat mengelola persediaannya, namun berbeda pada jasa travel.
Jenis usaha yang satu ini menggunakan tiket transportasi untuk didarat, laut maupun udara sebagai persediaan utamanya. Harga tiket tersebut mengalami fluktuasi sesuai dengan mobilitas pengguna jasa atau dari perusahaan penyedia sarana transportasi tersebut.
Harga tiket akan jauh lebih murah bahkan dibawah harga normal saat low season, namun akan mengalami lonjakan harga pada saat akhir pekan, musim liburan hingga hari besar keagamaan atau saat peak season.
Maka, usaha ini mensyaratkan agar agen tiket memberikan sejumlah uang deposit kepada supplier pada level atasnya untuk memastikan ketersediaannya dan kelancaran transaksi pemesanan tiket. Jumlah deposit ini juga dianggap sebagai persediaan pada bisnis travel.
Karena hal itu pengakuan persediaan tiket dan HPP, lebih tepat jika menggunakan cara Harga Pasar.
Di mana perusahaan tour & travel tidak bisa menentukan berapa nilai persediaan secara fisik pada saat tertentu. Persediaan tersebut tentunya yang bisa dinilai pada tanggal neraca adalah jumlah deposit yang tersisa.
Transaksi Keuangan pada Perusahaan Travel
Untuk software akuntansi online perusahaan travel umumnya melakukan transaksi sebagai berikut:
#Penjualan
Anda harus pastikan software akuntansi yang dipakai tidak hanya sekedar mencatat, namun juga bisa bisa melakukan print out dan membuat jurnal secara otomatis.
Selain transaksi atau pencatatan penjualan, Anda juga harus pastikan software akuntansi untuk perusahaan jasa travel bisa melakukan print out dan jurnal otomatis.
#Mencatat Deposit atau Uang Muka
Transaksi keuangan yang berhubungan dengan pembelian tiket ke vendor akan selalu berhubungan dengan deposit.
Tujuan akhirnya adalah mampu mengontrol sisa deposit ke vendor. Berikut bentuk transaksi yang bisa dicatat untuk deposit:
#Mencatat deposit kepada pihak vendor
Untuk transaksi penjualan masih bisa dilakukan dengan cara nomor 1, Anda hanya cukup membedakan saat pemblian kepada pihak vendor dan memotong deposit yang telah dilakukan.
Maka, saat ada penjualan tiket, Anda perlu membuat bukti pembelian ke vendor dengan memotong nilai deposit yang telah dibuat.
Mencatat Transaksi Penjualan Paket Tour & Travel
Penjualan paket tour & travel adalah salah satu transaksi yang sering ada pada perusahaan.
Untuk melakukan perhitungan tersebut, maka akan lebih mudah dilakukan jika agen tiket memanufaatkan software akuntansi untuk perusahaan travel.
Software akuntansi untuk perusahaan travel harus mampu menutupo berbagai transaksi yang terjadi dengan memiliki layanan seperti penjualan, pembayaran konsumen, mencatat uang muka dan pembayaran supplier.
Anda dapat mengundang kami juga untuk presentasi Software Akuntansi Accurate System ini ke kantor Anda. Hubungi kami di 0819950302077 atau info@akuntanesia.id sekarang juga. Kami siap membantu setiap permasalahan Software Akuntansi di kantor Anda.
